Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Formula E Yang Berbeda Dengan Fomula 1

f1complete – Anies Baswedan membagikan berita senang untuk Indonesia. Berakhir melaksanakan perundingan dengan Aliansi Otomotif Global( FIA) di New York, Amerika Serikat, suatu ketetapan juga lahir dengan ditunjuknya Jakarta selaku salah satu tuan rumah buat perhelatan pertandingan balap Fomula E 2020. Gubernur DKI Jakarta itu berkata perjanjian ini diputuskan pada Minggu( 14/ 7/ 2019), sehabis melaksanakan pertemuan intens dengan pihak Formula E sepanjang 3 bulan terakhir. Biarpun Formula E tidak setenar Formula 1, adanya pertandingan balap bergengsi global di Jakarta jadi suatu angin fresh untuk Indonesia. Terlebih, sebagian bulan yang kemudian, Indonesia pula sah ditunjuk jadi tuan rumah MotoGP 2021.

Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Formula E Yang Berbeda Dengan Fomula 1 – Dalam sebagian bulan terakhir beraneka ragam data kencang mengguyur pertanyaan membela serta anti penajaan balap Fomula E di Jakarta. Tetapi, untuk golongan biasa yang tidak hobi dunia motorsport, pasti bingung, apa sih balap Fomula E itu? Seluruh berasal dari coretan Kepala negara FIA Jean Todt di atas tisu restoran di Paris, Perancis pada 3 Maret 2011. Kala itu Todt lagi makan bersama dengan kawan Alejandro Agag( Komisaris Formula E) yang membutuhkan mengadakan balap Fomula mobil listrik. Sebabnya, Todt serta Agag ingin menghasilkan pertandingan terkini yang bisa jadi pengganti untuk dunia balap yang lebih bersih serta ramah area di era depan.

Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Formula E Yang Berbeda Dengan Fomula 1

Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Formula E Yang Berbeda Dengan Fomula 1

Maklum saja, dunia balap, spesialnya Fomula 1 populer dengan inefisiensi maksimum, bagus dari mesin, mengkonsumsi gasolin, emisi, ataupun pencemaran suara. Tidak hanya itu, masa elektrifikasi pula mulai tercipta pada dasawarsa ini. Dari kesimpulan kedua founder ini, terdapat 3 tiang penting yang jadi suksesi pertandingan balap mobil listrik Formula E, ialah motor listrik, pacuan di tengah kota, serta kesertaan fans.

Pendek narasi, 3 tahun lalu berakhir dialog itu, Fomula E kesimpulannya mengawali debut di jalanan Olympic Park, Beijing, Cina pada 2014. Di Indonesia, pertandingan balap Formula E memanglah belum setenar Formula 1 terlebih MotoGP. Pertandingan Formula E ialah kompetisi balap single- seater yang memakai mobil berenergi listrik asli nama lain battery electric vehicle( BEV). Semenjak dini kemunculannya, balap Formula E langsung memakai teknologi BEV. Sistem pelopor motor listrik yang dibesarkan bukan semacam mobil listrik yang dijual di pasar biasa yang mendahulukan kemampuan. Mobil balap Formula E dilahirkan spesial buat jalan balap saja, alhasil pengembangannya fokus pada penampilan.

Dari web resminya dituturkan bila mobil balap Fomula E memakai motor listrik berenergi maksimum 250 kW ataupun dekat 335 dk. Akselerasi 0- 100 kpj dapat berakhir tidak hingga 3 detik, dengan kecekatan maksimum 280 kpj. Pada seri kesatu, balap Formula E memakai mobil Spark- Renault SRT_01E yang mempunyai keterbatasan teknologi baterai. Baterai yang dipakai tidak lumayan buat menuntaskan satu kali kejuaraan. Kesimpulannya, pebalap wajib bertukar mobil di tengah jalannya balap supaya dapat hingga finis.

Pengembangan setelah itu tiba dikala mobil Spark SRT05e ataupun yang lazim diucap‘ Gen2’ dipakai, semenjak masa balap 2018- 2019. Dengan perkembangan teknologi baterai, penukaran mobil di tengah- tengah adu tidak diperlukan lagi. Kapasitas baterai mobil angkatan kedua bertambah 2 kali bekuk jadi 54kW per jam, serta daya pula meningkat dari 268 dk jadi 335 dk.

Baca Juga : Kejuraan Dunia Yang Ada Pada Formula 1 Tahun 2021

– Komponen yang ada pada Mobil
Pangkal daya mobil yang dipakai pada gelaran Formula E merupakan perbandingan sangat mencolok dibandingkan pertandingan balap Fomula yang lain. Berlainan dengan F1, Fomula E memakai mesin berenergi listrik. Daya mobil aberawal dari baterai lithium- ion berakal 28kWh yang memasok motor listrik berkemampuan 200- 250 kW ataupun serupa dengan 268 dk. Tenaganya itu dikawinkan pada bermacam jenis transmisi cocok kemauan konstruktor serta pebala

Dari bidang dapur pacu, Formula E memanglah tidak sebuas Formula 1. Bersumber pada informasi teknis, Formula E melesat dari 0 hingga 100 kilometer/ jam dengan menginginkan durasi 3 detik. Walaupun sedemikian itu, kecekatan puncaknya dapat menggapai 174 mph ataupun 280 kilometer/ jam. Tetapi, sebab tidak terdapat cara pembakaran dalam, Formula E jauh lebih antap dengan tingkatan keributan 80 desibel( dB) dibanding mobil F1 yang dapat menggapai tingkatan keributan 100 dB. Berikutnya merupakan pemakaian ban. Mobil- mobil di Formula E memarahi velg berdimensi 18 inci yang diselimuti ban dengan ceruk yang dapat dipakai buat situasi berair ataupun kering. Sedangkan Formula 1 memakai velg berdimensi 13 inci dengan ban yang rupanya harus dicocokkan terkait situasi dataran jalan balap.

– Regulasi yang ada pada balapan
FIA menghasilkan peraturan berlainan untuk Formula E. Bila Formula 1 biasanya dihelat sampai 19 seri pacuan, Resep E cuma diselenggarakan 10- 12 pacuan per musimnya. Setelah itu, tahap pacuan Resep E dapat dilangsungkan dalam satu hari penuh, maksudnya mulai dari bimbingan, kualifikasi sampai pacuan dihelat di hari yang serupa. Berlainan dengan Resep 1 yang biasanya berjalan 3 hari di mana tahap bimbingan leluasa berjalan terdapat Jumat, kemudian sesi kualifikasi di Sabtu, serta pacuan kuncinya pada Minggu.

Formula E pula memiliki regulasi spesial menyoal kecekatan. Pada tahap identifikasi jalan, daya mobil dibatasi cuma 110 kW, sedemikian itu masuk tahap bimbingan serta kualifikasi daya ditingkatkan jadi 200 kW, sedangkan dikala pacuan kembali dibatasi cuma hingga 180 kW.

Sedangkan tidak terdapat ketentuan tentu menyoal jumlah lap bagus di Formula E ataupun F1. Cuma, dikutip SGCarmart, satu pacuan Resep 1 mempunyai jarak pada umumnya 300 kilometer, sebaliknya Formula E dekat 90- 150 kilometer. Yang kembali melainkan merupakan regulasi menyoal jumlah pit stop. Sepanjang pacuan Formula E, pebalap cuma bisa merambah zona pit satu kali buat mengubah mobil dikala baterai mobil telah habis. Jadi, sepanjang pacuan berjalan, ahli mesin dilarang memuat balik energi baterai, mengubah ban ataupun bagian lain dikala keadaannya cacat.

– Perolehan untuk poinya
Resep E mengadopsi sistem akuisisi nilai semacam F1 ialah 25 nilai buat finis awal, 18 buat posisi kedua, serta 15 nilai buat tingkatan ketiga. Tetapi, terdapat bonus 3 nilai untuk pebalap yang sanggup mengamankan pole position serta 1 nilai bonus untuk yang mencatatkan fastest lap.

– Peran serta untu penonton
Ucapan pertanyaan Formula E, cocok dengan kesimpulan Todt serta Agag di dini dialog, terdapat hubungan akrab dengan kedudukan pemirsa. Sampai dikala ini, balap Formula E ialah salah satunya pertandingan di mana fans bisa pengaruhi langsung jalannya adu melalui fitur FANBOOST.

Baca Juga : Lamborghini Essenza SCV12 Adalah Mobil Balap Terbaik

Dalam uraian sah eksekutor, FANBOOST berperan membagikan peluang untuk para fans buat mensupport pebalap kesukaan mereka dengan berikan daya ekstra. Jadi para fans bisa memilah pebalap kesukaan melalu web sah Resep E, Twitter, ataupun aplikasi di handphone buat memperoleh FANBOOST ini. Esoknya 5 pebalap dengan sokongan paling banyak akan mendapatkan FANBOOST, berbentuk bonus daya sebesar 25 kW ataupun 33 dk sepanjang 5 detik.

– Menggunakan Sirkuit pada Jalan Raya
Berlainan dengan F1 yang lebih banyak diselenggarakan di sirkuit permanen, pacuan Formula E dilangsungkan di sirkuit jalur raya serta biasanya terletak di pusat kota. Jalan juga terbuat spesial cuma buat satu hari di akhir minggu kala pacuan berjalan. Semenjak awal kali diselenggarakan pada 2014 dahulu, sebagian negeri terdaftar sempat jadi tuan rumah Formula E di antara lain Hong Kong Central Habourfront Circuit( Hong Kong), Sirkuit Jalur Raya Paris( Prancis), Sirkuit Jalur Raya Berlin( Jerman), Sirkuit Jalur Raya Brooklyn( Amerika Serikat), Sirkuit Jalur Raya Montreal( Kanada), serta Sirkuit jalanan Putrajaya( Malaysia).