Sejarah Singkat Formula 1
Charles Leclerc Raih Posisi Kelima Klasemen Sementara Formula 1
Balapan Berita Informasi Tim

Charles Leclerc Raih Posisi Kelima Klasemen Sementara Formula 1

Charles Leclerc pembalap muda berbakat yang meraih posisi kelima klasemen sementara dalam ajang bergengsi formula 1 di kanada ini merupakan pembalap yang berasal dari monte carlo, Monako. Pemuda kelahiran 16 oktober 1997 ini memenangkan kejuaraan pertamanya saat masih berusia 10 tahun. Bakat yang sudah terlihat sejak belia terlihat dari berbagai kejuaraan yang pernah Charles ikuti. Pada tahun 2005 Charles memulai karirnya dalam ajang balapan dengan mengikuti kompetisi gokart dan berhasil menjadi juara pada tiga tahun berturut-turut setelah debutnya dimulai. Setelah sukses dengan karir gokart Charles mencoba peruntungan kembali dalam ajang Formula renutl 2 dan formula 3. Kembali meraih hasil yang memuaskan Charles selangkah maju memulai debut ke ajang GP3.

Pada tahun 2015 Charles Leclerc mencoba peruntungan dengan menjajaki ajang balapan GP3. Setelah mengikuti tes akhir musim Charles Leclerc secara resmi direkrut oleh ART Gran Prix dan menjadi rekan setim Nyck De Vris dalam ajang balap GP3 musim 2016. Sepanjang musim 2016 Charles Leclerc berhasil meraih tiga kali kemenangan dan mengunci gelar di Abu Dhabi.

Karir formula 1 seorang Charles Leclerc dimulai pada awal tahun 2017. Charles Leclerc bergabung dalam akademi Ferrari dia bekerja sebagai pembalap tes untuk Haas F1 team dan berpartisipasi pada sesi latihan pertama bersama team Haas. Charles Leclerc langsung terjun dari GP3 ke formula 1 bersama Haas saat ajang formula 1 diadakan di Hongaria. Charles Leclerc berhasil tampil sebagai yang tercepat pada sesi latihan pertama akan tetapi tidak mengikuti sesi latihan yang kedua. Pada bulan Desember 2017 Charles Leclerc melakukan debut formula 1 nya bersama tim Sauber dan menandatangani kontrak bersama tim tersebut. Charles Leclerc akan tampil pada formula 1 musim 2018. Debut pertamanya ini berhasil mengungguli pembalap seniornya yaitu marcus ericsson dan mampu lolos ke jejeran 10 besar kualifikasi formula 1. Dan pada September 2018 Charles Leclerc diumumkan secara resmi bergabung bersama dengan tim Ferrari menggantikan Kimi Raikoken dan akan memulai debut sebagai pembalap Ferrari pada musim 2019.

Charles Leclerc dikontrak selama empat musim oleh tim Ferrari yang berarti Charles Leclerc masih akan bergabung bersama tim tersebut sampai musim 2022. Debut pertamanya dengan tim Ferrari menorehkan prestasi yang patut dibanggakan, dari 7 ronde pada musim 2019 Charles Leclerc berhasil menduduki peringkat kelima dalam daftar klasemen sementara pembalap formula 1. Charles Leclerc berhasil menyusul rekan setimnya yaitu Sebastian vettel yang berhasil menduduki posisi ketiga karena harus rela menyerahkan posisi podium pertama pada lewis Hamilton setelah insiden saat balapan pada akhir ronde ke 7 formula 1 yang diadakan di kanada 10 juni yang lalu.

Sebastian Vettel Gagal Jadi Juara Karena Dianggap Membahayakan Pembalap Lain
Balapan Berita Hasil Informasi Media Tim

Sebastian Vettel Gagal Jadi Juara Karena Dianggap Membahayakan Pembalap Lain

Sebastian Vettel pembalap dari kubu Ferrari kelahiran tahun 1987 ini gagal menyabet gelar juara pada ronde ke 7 event balapan bergengsi formula 1 di kanada. Pembalap berusia 31 tahun ini dianggap membahayakan pembalap lain karena aksinya. Event yang diadakan di sirkuit Gilles Vileneuve kanada pada tanggal 10 juni 2019 lalu telah menjadi catatan buruk bagi seorang Vettel. Aksinya dalam balapan membuatnya harus rela dijatuhi hukuman pinalty 5 detik hingga membuatnya gagal menyabet gelar juara walaupun vettel berhasil finish diposisi pertama. Kegagalan ini membuatnya mundur dalam klasemen sementara dan menempatkannya pada posisi ketiga setelah posisi pertama dan kedua diduduki oleh pembalap Mercendes Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas.

Vettel harus puas dengan keputusan panitia yang membuatnya harus rela menyerahkan posisi podium pertama pada lewis Hamilton yang saat itu finish pada posisi kedua. Hal itu terjadi karena Sebastian vettel dianggap membahayakan pembalap lain dengan aksinya mempertahankan posisinya pada saat balapan. Vettel sudah mendominasi sejak awal jalannya pertandingan dan tetap memepertahankan posisinya. Akan tetapi insiden yang terjadi antara pembalap Ferrari itu dengan lewis Hamilton membuatnya mendapatkan masalah. Cara vettel mempertahankan posisinya dianggap sebagai hal yang dapat membahayakan keselamatan pembalap lain.

Hal itu terjadi di tengah jalannya balapan saat lap 48 sedang berlangsung. Vettel yang terpepet karena Hamilton yang akan menyelip terpojok ke trek berumput dan mulai kehilangan keseimbangannya, karena vettel masuk ke trek bersamaan dengan Hamilton yang akan melakukan manuver untuk melewati tikungan membuat Hamilton harus mengalah mundur untuk menghindari tabrakan dengan tembok pembatas hingga vettel tetap bisa mempertahankan posisinya di urutan pertama. Aksi yang dilakukan vettel ini dianggap telah membahayakan pembalap lain, karena jika Hamilton tidak mundur akan sangat beresiko untuk menabrak tembok pembatas. Insiden tersebut dianggap sebagai suatu hal yang tidak boleh dilakukan.

Vettel menyampaikan dengan tegas protesnya kepada dan pihak berwenang atas kekecewaannya atas keputusan panitia yang membuatnya tidak bisa mengklaim gelar juaranya. Vettel merasa bahwa apa yang dilakukan murni karena dia tidak bisa mengendalikan mobilnya. Dalam keadaan melaju dengan kecepatan tinggi vettel menganggap sangat wajar jika dia reflek untuk menyeimbangkan mobilnya tersebut. Vettel menganggap ini sangat tidak adil untuknya, karena dia bisa saja menabrak tembok saat keluar dari trek. Sebagai bentuk dari protesnya vettel memindahkan papan juara pertama yang berada di depan mobil Hamilton menjadi ke depan mobilnya sendiri. Vettel finish pada urutan kedua dan disusul oleh lewis Hamilton pembalap dari Mercedes akan tetapi vettel mendapat penalty sehingga gelar juara berpindah pada lewis Hamilton yang saat itu finish pada posisi ke dua.

Kualitas Mesin Red Bull Menentukan Kemenangan Max Verstappen
Balapan Berita Hasil Informasi Media Tim

Kualitas Mesin Red Bull Menentukan Kemenangan Max Verstappen

Ajang bergengsi musim 2019 ronde ke 8 formula 1 yang diadakan di sirkuit Paul Richard Perancis akan segera dibuka. Para pembalap dari berbagai kubu akan melewati tiga sesi pertandingan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Event kali ini berlangsung mulai tanggal 21 – 23 juni 2019. Sirkuit Paul Richard yang terkenal dengan trek lurus dan menikung ini akan menjadi tempat perhelatan acara yang ke delapan pada musim ini. Jumat 21 juni 2019 pukul empat sore akan diadakan sesi latihan pertama. Pada ajang kali ini pembalap dari red bull honda Max Verstappen yang pada ronde ketujuh menduduki peringkat empat klasemen sementara harus bisa mengalahkan poin terdekatnya yaitu Sebastian vettel dari pembalap Ferrari.

Baca Juga : Kepuasan Diri yang Ada di Dalam Charles Lecrec

Max Verstappen sendiri lahir di belgia pada 1997, karir awalnya bersama red bull honda dimulai pada tahun 2017, pesona awal yang dimiliki oleh Max Verstappen sempat meredup pada berbagai kesempatan, salah satu diantaranya adalah kegagalan Max Verstappen dalam mencapai finish pada beberapa pertandingan. Hal ini terjadi tidak sepenuhnya karena kesalahan Max Verstappen sendiri akan tetapi kesalahan pada mesin mobil yang dia gunakan. Max Verstappen sempat masuk podium pada saat GP china karena lintasan yang digunakan pada keadaan basah. Pada akhir musim 2018 Max Verstappen bahkan hanya mmapu berada di peringkat 6 klasemen pembalap formula 1.

Catatan buruk itu membuat Max Verstappen dikabarkan hampir hengkang dari red bull dan beralih ke Ferrari, akan tetapi pada musim 2019 ini Max Verstappen masih tetap bergabung dalam tim red bull dan berhasil naik ke peringkat ke 4 klasemen sementara. Pada event kali ini Max Verstappen harus bisa mencuri poin agar bisa menyalip duo Mercedes yaitu lewis Hamilton yang berada di posisi pertama dan Valtteri Bottas yang berada di peringkat kedua. Perolehan poin sementara Max Verstappen adalah 88 berbeda 74 poin dari lewis Hamilton yang memimpin klasemen sementara dengan 162 poin.sedangkan pada posisi ketiga ditempati oleh pembalap dari tim Ferrari yaitu Sebastian vettel yang walau finish pada urutan pertama tapi harus puas dengan podium kedua karena penalty yang diberikan oleh panitia gp kanada.

Pada sesi latihan pertama tanggal 21 juni 2019 Max Verstappen diharuskan untuk memberikan performa maksimal agar kinerja mobil semakin baik. Dilihat dari musim 2018 yang membuatnya harus puas pada posisi ke 6, tim red bull harus berusaha lebih keras agar kualitas mobil yang dipakai oleh Max Verstappen lebih baik. Kendala teknis yang terjadi pada musim akhir 2018 harusnya menjadi pelajaran yang berharga bagi tim red bull, selain skill yang harus dimiliki seorang pembalap konsidi mobil yang digunakan pun harus sesuai dengan pembalap itu sendiri.

Kepuasan Diri yang Ada di Dalam Charles Lecrec
Balapan Berita Hasil Informasi Media Rekor Tim

Kepuasan Diri yang Ada di Dalam Charles Lecrec

Dalam dunia balapan mobil, pada 23 juni 2019 lalu merupakan hari menggemparkan dimana dalam GP Prancis ini sangat dominan sekali tim mercedes ini unggul dalam balap mobil yang diadakan di sirkuit Paul Richard kali ini. Dimana posisi pertama diambil Lewis Hamilton (Mercedes), Velttari Bottas (Mercedes) dan Charles Leclerc (Ferrari). Tentunya, pertandingan kali ini sangat sengit dimana kedua anggota tim mercedes ini harus melakukan pertandingan sengit internal dalam kelompok timnya untuk memperebutkan posisi tertinggi.

Tetapi, pada kali ini akan dibahas mengenai pemegang posisi ketiga dalam pertandingan GP Prancis 2019 yaitu Charles Leclerc sebagai tim ferari yang mampu menggaet posisi ke-3 Besar. Bahwasannya Charles Leclerc yang merupakan pria berkebangsaan monako ini sudah cukup puas dalam GP Prancis, karena tidak terlalu jauh dari ekpetasi yang dia dapatkan setelah mengikuti pertandingan mobil balap F1 GP Prancis ini. Tetapi, selama musim ini Charles Leclerc masih menempatkan diri pada posisi ke-5. Selain itu, ada efek yang mungkin dirasakan pria Monako ini karena berhasil mempertahankan posisi dengan konsisten di urutan ke-3 dan tidak bisa direbut oleh pembalap lainnya yang ada di dalam sirkuit. Walaupun, dalam benak masih belum bisa puas karena belum bisa menyalip kemampuan dari tim mercedes dalam sirkuit GP Prancis 2019, tetapi hal tersebut tidak membuat pria Monako ini berkecil hati.

Bahwasannya, pasca pertandingan selesai Charles Leclerc ini bisa mengakui bahwasannya kemampuan dari Ferrari ini juga sangat baik dan mampu memberikan hasil yang maksimal dalam pertandingan Formula 1 pada musim ini, walaupun belum tahu hasil akhir yang terjadi pada musim balap mobil kali ini. Pada saat diwawancarai, Charles Leclerc ini mengungkapkan bahwasannya dirinya di akhir pekan ini memiliki sebuah hal yang positif dan dia merasakan sebuah kesenangan karena telah berjuang dengan sekuat tenaga dan mampu memberikan hasil maksimal dari potensi yang ada di mobil.

Begitulah sedikit informasi dari mengenai Charles Lecrerc pasca bertanding di GP Prancis. Dan, mari menunggu balap mobil F1 GP Austria di Red Bull Ring.

GP Austria Akan Dilaksanakan, Persaingan Sengit Para Tim yang Tidak Bisa Diremehkan
Balapan Berita Hasil Informasi Media

GP Austria Akan Dilaksanakan, Persaingan Sengit Para Tim yang Tidak Bisa Diremehkan

Setelah GP Prancis telah dimenangkan oleh Lewis Hamilton pada Minggu, 25 Juni 2019. Maka dari itu, ada pertandingan balap mobil yang akan berlanjut di dalam tempat dan sirkuit balapan yang jelasnya berbeda dengan sebelumnya. Dari sinilah, kamu bisa berpikiran dan bertanya-tanya “Apakah Lewis Hamilton bisa mempertahankan posisinya di dalam GP selanjutnya di urutan pertama atau pembalap lainnya yang akan menempati posisi pertama?” Dari sini, tidak dapat diketahui kepastiannya. Kamu hanya mampu untuk mengikuti informasi terkini yang menampilkan pertandingan balap mobil formula 1 (F1).

Dalam hal ini, pastinya kamu tidak sabar menunggu pertandingan balap mobil formula 1. Mungkin kamu sebagai penggemar laga balap mobil ini hanya bisa mendengar kabar-kabarnya melalui media sosial dan sebagainya. Untuk laga pertandingan balap mobil selanjutnya akan dilakukan pada GP Austria pada wilayah Red Bull Ring, yang akan diselenggarakan pada 28 hingga 30 Juni tahun 2019 Walaupun di dalam kandang sendiri, ternyata tim dari Christian Horner ini baru sekali saja menang dalam GP Austria FIA (2018). Dimana hal ini merupakan edisi dari kemenangan tuan rumah GP Austria pada musim lalu. Tetapi, dalam hal seperti ini tidak bisa dikesampingkan bahwasannya tim mercedes (Tim yang memenangkan GP Prancis di urutan pertama dan kedua) juga perlu diwaspadai oleh tuan rumah GP Austria dan tim-tim lainnya yang ikut ambil dalam balap mobil.

Perlu kamu ketahui bahwa tim mercedes selalu saja membawa para pembalap mobil mereka ke dalam posisi pertama GP Austria pada musim tahun 2014 hingga 2017, karena tahun 2018 ini sudah digantikan oleh sang tuan rumah yaitu Red Bull Ring. Tentunya Toto Wolff, selaku pimpinan atau bos dari tim mercedes ini harus bisa mengasah para pembalapnya untuk dapat meraih kemenangan lagi di dalam GP Austria 2019.

Semua hal ini merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan oleh para tim-tim lainnya agar mempersiapkan pertandingan balap mobil f1 di GP Autria dan mengasah kemampuan para pembalapnya agar bisa menempati podium posisi pertama dalam GP Austria.

Sesama Tim Mercedes, Valtteri Bottas mampu Meraih Posisi Kedua dalam GP Prancis
Balapan Berita Hasil Informasi Media Rekor Tim

Sesama Tim Mercedes, Valtteri Bottas mampu Meraih Posisi Kedua dalam GP Prancis

Valtteri Bottas merupakan Pria berkebangsaan finlandia ini, ikut ambil mendapatkan posisi kedua dalam ketiga besar pemenang GP Prancis 2019. Pria yang satu ini merupakan teman satu tim Lewis Hamilton yang mampu menempati podium pertama dalam pertandingan GP Prancis 2019, di dalam sirkuit balap mobil Paul Richard. Walaupun dalam satu tim Lewis Hamilton ternyata mengkhawatirkan teman setimnya sebagai musuh terbesar dalam dunia balap mobil F1 yang dia mulai sejak tahun 2007. Tetapi, bagi Lewis sendiri dan Valtteri ini tidak juga menyukai yang namanya pertandingan internal dalam kelompok timnya. Jadi, karena tidak ada yang mampu untuk mengejar kemampuan dan kecepatan mobil Valtteri Bottas, maka dia yang menduduki posisi kedua. Dan, pada GP Prancis ini lebih dominan pada kekuatan dari tim mercedes yang tidak bisa dianggap remeh.

Membahas bahwasannya di dalam pertandingan GP Prancis Valtteri Bottas menempati posisi kedua dan disusul oleh Charles Leclerc. Tentu hal ini bisa membuat nama tim mercedes makin meningkat dan populer. Walaupun, harus menghadapi yang namanya pertandingan sesama tim, ini tidak akan menyulut kobaran semangat diantara Lewis Hamilton dengan Valtteri Botas. Malah mereka berdua semakin menajam dan meningkatkan kecepatan satu sama lain pada putaran terakhir mereka. Dan, alhasil masih tetap sama yaitu Lewis Hamilton yang meraih posisi pertama, padahal tinggal 0,069 detik ini bisa membuat Valtteri Bottas sama-sama seri jika tidak ada selisih waktu diantara mereka berdua.

Sesama Tim Mercedes, Valtteri Bottas mampu Meraih Posisi Kedua dalam GP Prancis

Menurut informasi dari agen bola terpercaya https://bluebet88.cc resmi, poin yang telah didapatkan oleh Valtteri Bottas ini adalah 151 poin, jika dibandingkan dengan Lewis Hamilton yang poinnya 187 tinggal sedikit lagi Valtteri Bottas mengejar ketertinggalannya terhadap teman timnya ini sekiranya perlu 36 poin lagi.

Begitulah sedikit informasi mengenai pertandingan balap mobil formula 1 yang ada pada GP Prancis 2019. Mercedes kali ini terlihat lebih unggul di dalam sirkuit Paul Richard dan mampu meraih posisi 1 dan 2 dalam GP Prancis 2019 kali ini.

Ferari dan Mercedes Akan Terus Bersaing
Balapan Berita Hasil Informasi Media Rekor

Ferari dan Mercedes Akan Terus Bersaing

Event Formula 1 musim 2019 di sirkuit Paul Richard Perancis mulai memanas. Ronde ke 8 yang telah berlangsung pada tanggal 21-23 Juni ini. Dua kubu akan dipertemukan dalam tiga sesi latihan dan pertandingan. Ferrari hampir saja memenangkan pertandingan karena finish pada posisi pertama jika saja pihak panitia tidak memberi pinalty waktu lima detik pada Sebastian Vettel yang dianggap melakukan aksi berbahaya. Pesaing terdekat mereka yaitu Lewis Hamilton akhirnya mengakhiri trek pada posisi kedua dironde sebelumnya.

Meski finish diposisi kedua akan tetapi Lewis Hamilton berhasil menduduki peringkat pertama pada klasemen sementara pembalap formula 1. Persaingan antar pembalap dapat dipastikan akan semakin memanas dengan perolehan poin antar masing-masing pembalap. Jarak poin yang cukup jauh antara Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel membuat Vettel harus berjuang lebih keras jika ingin menggeser posisi pertama dan kedua yang sekarang di duduki oleh pembalap Mercedes. Skor poin kedua pembalap ini terpaut 62 angka. Dengan Hamilton yang memimpin 169 angka dan Vettel 100 angka. Sedangkan diposisi kedua terdapat pembalap yang satu naungan dengan Hamilton yaitu Valteri Bottas yang mengantongi 133 poin pada akhir petandingan ronde sebelumnya. Pada posisi keempat terdapat pembalap dari Red Bull yaitu Max Verstappen dengan perolehan 88 poin dan diposisi kelima kembali diisi oleh pembalap Ferrari Charles Leclerc dengan 72 poin.

Ferrari pada event kali ini memiliki keyakinan akan memenangkan pertandingan karena mereka lebih unggul pada trek lurus. Dominasi trek lurus pada sirkuit paul Richard akan sangat menguntungkan bagi para pembalap ferrari. Sirkuit Paul Richard ini dibangun pada tahun 1969 oleh Paul Richard seorang pengusaha minuman keras berlabel Pernord Richard di perancis. Dengan kondisi medan pada sirkuit Paul Richard yang cenderung lurus dan tikungan tajam membuat para pembalap yang bertanding harus ekstra hati-hati. Ferrari juga telah memberi sedikit sentuhan kecil pada mobil formula 1 mereka untuk menghadapi Persaingan yang makin kompetitif. Dengan tertinggalnya mereka pada ronde sebelumnya mengharuskan Vettel untuk memperbaiki perolehan poinnya pada pertandingan kali ini.

Untuk mempertahankan posisi pertama pada klasemen, Lewis Hamilton harus bisa menyingkirkan pesaing pesaing terberatnya dalam event. Event diawali dari babak penyisihan dan dilanjut pada pertandingan final. Setelah penyisihan, pertandingan terakhir atau final yang di langsungkan di sirkuit Paul Richard Perancis telah dimenangkan oleh Lewis Hamilton yang mencatat rekor kemenangan berturut-turut selama 7 kali.

Pertandingan Sengit antara Tim Mercedes dan Tim Ferari dalam GP Prancis 2019
Balapan Berita Hasil Informasi Media Rekor Tim

Pertandingan Sengit antara Tim Mercedes dan Tim Ferari dalam GP Prancis 2019

Pada pertandingan balap mobil GP Prancis 2019 pada tanggal 23 Juni ini membawa Lewis Hamilton ke puncak kesuksesan tertinggi. Perlu kamu ketahui, bahwasannya pada tahun 2018 Lewis Hamilton mampu memenangkan pertandingan pada GP Prancis dan kali ini pada tahun 2019 posisi pertama pada GP Prancis ini mampu untuk dipegang oleh pria berkebangsaan Inggris ini. Dan, ini menambah kemenangannya menjadi 6 dalam satu musim ini. Dalam pertandingannya di dalam sirkuit Paul Richard ini dan berhasil memenangkan posisi pertama tentunya membawa tambahan poin untuk Lewis sebanyak 25 poin. Dan, hasil akhir sementara klasifikasi poin Lewis sendiri adalah 187 poin.

Selain itu, teman satu timnya yaitu Valtteri Bottas menempati posisi kedua pada GP Prancis 2019. Poin yang didapatkan oleh Valtteri Botatas ini mempunyai total sebanyak 151 poin. Selanjutnya disusul oleh Charles Lecerc dari tim ferarri mendapatkan poin sebanyak 87 karena Charles sudah menempati posisi ketiga dalam GP Prancis, tetapi dia kalah jauh dengan teman setimnya dari poin sementara yaitu Sebastian Vettel yang poinnya 111.

Membahas hal seperti ini, pada kenyataannya Sebastian Vettel masih tidak puas dengan hasil kualifikasi dari GP Prancis 2019 F1. Karena, sebenernya Sebastian Vettel ini mampu memberikan pertunjukan dan tampilan yang memukau dan cukup dikatakan impresif di dalam sirkuit balapan. Namun, semua hal ini semuanya berakhir dikarenakan adanya komponen teknis yang Q3. Dan, itu membuat Sebastian Vettel tidak bisa menuntaskan semuanya pada Q3. Ternyata, pada akhir-akhir waktu sebelum benar-benar berakhir Sebastian Vettel baru saja turun di sirkuit. Maka dari itulah, Sebastian Vettel gagal dan menempati posisi ke-5 dalam pertandingan GP Prancis. Pria Jerman itu hanya mampu mencatat waktu 1 menit dengan detik 29,799. Dan, hasil itu membuatnya sedikit mengalami kekecewaan.

Begitulah sedikit informasi mengenai pertandingan sengit yang ada di antara tim mercedes dengan tim Ferari. Dan, itulah sedikit tentang klasemen poin sementara yang dihasilkan antara pembalap tim mercedes dengan pembalap tim ferari yang tidak bisa dipandang remeh.

Apakah Lewis Hamilton Bisa Mematahkan Rekor Pembalap Mobil Legendaris Dunia
Balapan Berita Informasi Media Rekor

Apakah Lewis Hamilton Bisa Mematahkan Rekor Pembalap Mobil Legendaris Dunia

Dunia balap mobil formula 1 ini sudah dimulai sejak musim pertama tahun 1950. Ternyata dunia balap mobil ini membawa generasi-generasi yang layak sampai sekarang. Sama halnya salah satu generasi yang layak dikatakan sebagai pembalap mobil pada FIA (Formula One World Championship) yaitu Lewis Halmiton yang mampu memboyong 6 podium posisi pertama diantaranya dalam balapan yang dilakukan pada GP Bahrain,GP Tiongkok, GP Spanyol, GP Monako, GP Kanada, dan GP Prancis. Tinggal menunggu dan melihat hasil pertandingan yang lain, Apakah mampu Lewis Halmiton mengambil posisi pertama lagi dalam pertandingan balap mobil yang lainnya? Tentu saja, hal seperti ini membuat penasaran dan tidak sabar menunggu balapan mobil selanjutnya.

Mengingat bahwasannya Lewis Hamilton yang merupakan pria berkebangsaan Inggris selalu ingin mematahkan rekor-rekor yang didapat oleh Michael Schumacher. Kini, Lewis Hamilton ini sudah mendapatkan 142 podium dalam balapan mobil di FIA dan hampir sedikit lagi mendekati pembalap legendaris di dunia balap mobil. Setidaknya, Lewis Hamilton ini akan selalu berkembang setiap tahun dan membuatnya belajar juga di dalam hal emosional agar selalu stabil. Hal ini merupakan ungkapan serta tanggapan dari pimpinan tim balap mobil yang memegang mesin mercedes yaitu Toto Wolff terhadap Lewis Hamilton.

Jika dibandingkan lagi pertandingan balap mobil yang dilakukan oleh Lewis Hamilton, memang pada kenyataanya mendekati pembalap legendaris, Michael Schumacher. Maka kali akan mengupas beberapa rekor yang telah diraih oleh Schumacher, diantaranya yaitu Schumacher mampu mendapatkan gelar juara dunia sebanyak 7x dan Hamilton masih kurang sedikit untuk mengejar gelar Schumacher. Jumlah podium yang mampu diraih oleh Schumacher sebanyak 155 dan kini Hamilton sudah mendapatkan 142 podium. Tentu hal ini belum mudah bagi Hamilton untuk menyamakan posisinya untuk mendapatkan rekor yang sama atau bahkan melebihi posisi dari Schumacher.

Membahas hal ini, tentunya Lewis Hamilton ini harus bekerja lebih keras dalam berlatih dan mampu memenangkan segala pertandingan agar bisa menyamakan posisi dirinya dengan Michael Schumacer.

Kemenangan Lewis Halmiton dalam Menempati Podium Pertama GP Prancis 2019
Balapan Berita Hasil Informasi Media Rekor

Kemenangan Lewis Halmiton dalam Menempati Podium Pertama GP Prancis 2019

Siapa yang tidak mengenal Lewis Hamilton yang menjadi perbincangan hangat saat memenangkan balap mobil formula 1 di GP prancis tahun 2019, tepatnya pada hari minggu, 23 Juni. Mungkin sebagian orang yang selalu mengikuti perkembangan dari balap mobil formula 1 ini pastinya akan mengenal baik salah satu peserta di GP Prancis. Lewis Hamilton berhasil menempati posisi pertama dalam pertandingan mobil balap dalam GP Prancis di dalam sirkuit Paul Richard dan pada akhirnya Lewis Halmiton ini mendapatkan poin akhir sebanyak 187 poin.
Atas kemenangannya menempati posisi pertama, pengendara mobil mercedes ini merasa senang dengan mendapatkan posisi pertama dalam pertandingannya dan bisa mengalahkan teman yang satu tim dengannya yaitu Valtteri Bortas dan lawan dari tim lainnya yang hanya bisa mendapatkan posisi ketiga yaitu Chares Leclerc.
Pada kenyataannya, sekarang Lewis Halmiton ini hampir mendekat dengan rekor salah satu legenda yang ikut ambil dalam balap mobil formula 1 yaitu Michael Schumacher. Pada awalnya, Lewis Hamilton ini memulai debut pertamanya di dunia balap mobil formula 1 pada GP Australia 2007 dan masih berlanjut hingga sekarang. Dan, posisinya kini pria kelahiran Inggris ini sudah mampu untuk mengumpulkan 142 podium pada urutan pertama. Tinggal mengoleksi sebanyak 13 buah kemenangan, Lewis Halmiton ini bisa menikmati rekor yang sama dengan legenda balap mobil, Michael Schumacher.

Pasca balapan telah usai, Lewis Halmiton ini mengucapkan beberapa kalimat yang dia ucapkan sebagai rasa syukur atas kemenangan dirinya yang mampu menaiki podium posisi pertama. Lewis Halmitno benar-benar bersyukur bahwasannya dia tidak bisa pada posisi pertama seperti ini jika tanpa ada tim yang saling menyongkong satu sama lain dan tim yang ingin membuat suatu sejarah atau kenangan bersamanya. Dan, pada musim balap mobil formula 1 ini Lewis Halmiton sudah mampu mengoleksi enam kemenangan dan kurang dua balapan lagi akan berakhir balap mobil formula 1. Hal ini pastilah sangat keren untuk dilihat dan dinikmati oleh para penikmat balap mobil formula 1.

Uncategorized

Sejarah Singkat Formula 1

Perhelatan besar formula 1 yang ke 70 kali ini akan diadakan di sirkuit Paul Richard, Perancis. Event besar yang dilakukan tiap tahun ini telah berhasil menyedot perhatian para pencinta mobil dengan kecepatan seperti pesawat jet itu. Perhelatan pertama mesin jet ini dimulai sekitar tahun 1937 akan tetapi sempat terhenti karena pecah perang dunia pertama dan kedua di daratan eropa dan dunia. Barulah pada tahun 1950 balapan resmi pertama terlaksana di sirkuit Silverston inggris yang dibuka secara langsung oleh raja George dan putri Elizabeth saat itu. Event pertama ini diikuti oleh 105 peserta dan masih menggunakan mesin yang sederhana.

Pada tahun 1970an dimulai lah revolusi dalam perkembangan mesin mobil balap. Revolusi teknologi mulai tercipta ditandai dengan adanya tiga inovasi baru dalam dunia otomotif. Ferrari sebagai pelopor pemakaian wing atau sayap pada body mobil saat itu menjadikan perubahan yang paling signifikan dalam dunia formula 1. Dengan revolusi tersebut gerakan mobil akan semakin cepat dan kemampuan mobil balap formula 1 menjadi semakin diakui. Pada dekade ini telah muncul dua legenda formula 1 yaitu Jackie stewart dan niki lauda yang menjadi acuan para sponsor berlomba-lomba untuk mempromosikan ajang tersebut.

Sejarah Singkat Formula 1

Awal tahun 1980an teknologi turbo makin berkembang sesuai dengan zaman yang makin maju. Akan tetapi tewasnya Gilles Villeneuve pada ajang balapan 1982 menandakan betapa beresikonya ajang balapan dengan kecepatan tinggi ini. Seorang pembalap formula 1 harus memiliki fisik dan mental yang kuat. Sejarah kecelakaan pada trek formula 1 kembali terjadi pada tahun 1994 pembalap berkebangsaan brazil Ayrton Senna tewas pada tikungan tamburrelo. Menurut situs judi bola online resmi https://multibetzone.com, insiden-insiden yang terjadi tidak menciutkan nyali para pencari kecepatan yang berlomba tiap musimnya dan malahan mereka semakin bersemangat untuk menjadi pembalap nomor satu di dunia.

Michael Schumacher

Pada awal abad ke 20, revolusi kecepatan dan teknik pada mesin balap semakin canggih. Dengan kemajuan perkembangan teknologi dan informasi system keselamatan saat balapan menjadi lebih baik. Kecanggihan mesin membuat balapan bergengsi ini semakin diminati. Bertambahnya antusias para penggemar mesin jet ini, mulai lah muncul para legenda baru yang merajai dunia balap cepat ini. Rekor terbaik saat ini masih dipegang oleh pembalap berdarah jerman Michael Schumacher. Pembalap yang kini berusia 50 tahun itu berhasil mendapatkan 7 kali gelar juara dunia dan belum terpatahkan sampai sekarang. Lewis Hamilton, pembalap berkulit hitam yang berambisi memecahkan rekor Michael Schumacher ini telah mengantongi 5 kali gelar juara dunia. Laga terakhir di kanada pada tanggal 10 juni 2019 telah mengukuhkan lewis Hamilton pada posisi teratas klasemen sementara. Untuk mematahkan rekor Michael Schumacher lewis Hamilton harus mempertahankan posisi puncaknya pada perhelatan musim 2019 ronde ke 8 yang diadakan di sirkui Paul Richard, Perancis.