Sebastian Vettel Gagal Jadi Juara Karena Dianggap Membahayakan Pembalap Lain

Sebastian Vettel Gagal Jadi Juara Karena Dianggap Membahayakan Pembalap Lain

Sebastian Vettel pembalap dari kubu Ferrari kelahiran tahun 1987 ini gagal menyabet gelar juara pada ronde ke 7 event balapan bergengsi formula 1 di kanada. Pembalap berusia 31 tahun ini dianggap membahayakan pembalap lain karena aksinya. Event yang diadakan di sirkuit Gilles Vileneuve kanada pada tanggal 10 juni 2019 lalu telah menjadi catatan buruk bagi seorang Vettel. Aksinya dalam balapan membuatnya harus rela dijatuhi hukuman pinalty 5 detik hingga membuatnya gagal menyabet gelar juara walaupun vettel berhasil finish diposisi pertama. Kegagalan ini membuatnya mundur dalam klasemen sementara dan menempatkannya pada posisi ketiga setelah posisi pertama dan kedua diduduki oleh pembalap Mercendes Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas.

Vettel harus puas dengan keputusan panitia yang membuatnya harus rela menyerahkan posisi podium pertama pada lewis Hamilton yang saat itu finish pada posisi kedua. Hal itu terjadi karena Sebastian vettel dianggap membahayakan pembalap lain dengan aksinya mempertahankan posisinya pada saat balapan. Vettel sudah mendominasi sejak awal jalannya pertandingan dan tetap memepertahankan posisinya. Akan tetapi insiden yang terjadi antara pembalap Ferrari itu dengan lewis Hamilton membuatnya mendapatkan masalah. Cara vettel mempertahankan posisinya dianggap sebagai hal yang dapat membahayakan keselamatan pembalap lain.

Hal itu terjadi di tengah jalannya balapan saat lap 48 sedang berlangsung. Vettel yang terpepet karena Hamilton yang akan menyelip terpojok ke trek berumput dan mulai kehilangan keseimbangannya, karena vettel masuk ke trek bersamaan dengan Hamilton yang akan melakukan manuver untuk melewati tikungan membuat Hamilton harus mengalah mundur untuk menghindari tabrakan dengan tembok pembatas hingga vettel tetap bisa mempertahankan posisinya di urutan pertama. Aksi yang dilakukan vettel ini dianggap telah membahayakan pembalap lain, karena jika Hamilton tidak mundur akan sangat beresiko untuk menabrak tembok pembatas. Insiden tersebut dianggap sebagai suatu hal yang tidak boleh dilakukan.

Vettel menyampaikan dengan tegas protesnya kepada dan pihak berwenang atas kekecewaannya atas keputusan panitia yang membuatnya tidak bisa mengklaim gelar juaranya. Vettel merasa bahwa apa yang dilakukan murni karena dia tidak bisa mengendalikan mobilnya. Dalam keadaan melaju dengan kecepatan tinggi vettel menganggap sangat wajar jika dia reflek untuk menyeimbangkan mobilnya tersebut. Vettel menganggap ini sangat tidak adil untuknya, karena dia bisa saja menabrak tembok saat keluar dari trek. Sebagai bentuk dari protesnya vettel memindahkan papan juara pertama yang berada di depan mobil Hamilton menjadi ke depan mobilnya sendiri. Vettel finish pada urutan kedua dan disusul oleh lewis Hamilton pembalap dari Mercedes akan tetapi vettel mendapat penalty sehingga gelar juara berpindah pada lewis Hamilton yang saat itu finish pada posisi ke dua.

Leave a Comment